Showing posts with label gimbal. Show all posts
Showing posts with label gimbal. Show all posts

Monday, July 18, 2011

Trend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And Woman


Trend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And WomanTrend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And Woman
Trend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And WomanTrend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And Woman
Trend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And WomanTrend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And Woman
Trend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And WomanTrend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And Woman
Trend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And WomanTrend Rasta Hairstyle 2010-2011 For Girls And Woman

Women's Hairstyle | Men Hairstyle

Rasta And Dreadlocks Hairstyles 2010

In the opinion of many uninformed people, Rastafarian or people who wear their hair in dreads appear unhygienic as it is assumed that the only way to create such a hairstyle would mean the person would not wash their hair for weeks or months.

It is silly to assume this, and certainly people with dreadlocks must have to wash their hair from time to time. The key rule to follow is to not use a balsam, or a conditioner after washing, as this would make the dreads softer, smoother and easier to comb. The opposite effect is desired – the rougher the cuticle layer of the hair, the better the hair will feel and be perfectly suited for natural growth. In most cases, it is still necessary to support the development of hair by mechanic means. Therefore the cuticle is roughed up with a backcombing comb to stimulate the growth effect one would require with this sort of hairstyle.
In Europe, Rastafarian and dreads are a fashionable hairstyle to wear. Many people with dreads decorate their hairstyle with adornments such as wooden beads or metal pearls. Dreadlocks hair cannot really be considered as a trendy hairstyle to wear in 2010 although movies like The Matrix have done their fair share in making the hairstyle more relevant again. Although the movie is already several years old, there is nothing like an evening of watching the Matrix trilogy in high definition with surround sound.

Gimbal

Kartun


Dreadlock / Gimbal ala Bob Marley sang Dewa Reggae

Model Rambut Dreadlock Emas / Gold Dreads

Gaya Style Rambut Anak Anak Jamaican Dreads

Rambut Gimbal Alami Dari Dieng Wonosobo Jateng

http://echihere.blogspot.com


Lenny Kravitz Rasta Style

Model Gaya Rambut Gimbal Asian / Asian Dreadlock Hairstyle


Kit Perawatan Rambut Gimbal / Dreads



Contoh Wig Model Gimbal

Mbah Surip Musikus Gaek Dreadlock Indonesia

Esekutif Muda Bergaya Rambut Gimbal

Rambut Dreads Model Ekor Kuda


Potongan Rambut Gimbal / Dreadlock Model Jamaika
Beehive Dreadlocks

Gaya Style model Potongan Rambut Gimbal Wanita / Cewek


Rambut Gimbal Panjang

Sadhu Style ( Dreadlock versi India bagi orang suci )

Saturday, April 17, 2010

Sekilas Tentang Tony Q Rastafara






Pria asal kota Semarang Jawa Tengah, terlahir dengan nama Tony Waluyo Sukmoasih. Memulai karier bermusiknya sejak tahun 1989 dengan band Roots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah bergabung dan membentuk banyak band reggae seperti Exodus Band, Rastaman Band, hingga akhirnya pada tahun 1994 membentuk band yang cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia pada masa itu yaitu Rastafara. Bersama Rastafara sempat merilis dua album “Rambut Gimbal” pada tahun 1996 dan “Gue Falling In Love” pada tahun 1997.

Hampir semua lagu-lagu di album tersebut diciptakan sendiri oleh Tony Q,lirik lagunya kebanyakan bercerita tentang tema sosial, kemanusiaan, cinta dan tema kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang cukup populer pada masa itu adalah ”Rambut Gimbal” sebuah istilah untuk style rambut Dreadlock dalam bahasa asing yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia dan menjadi populer dikarenakannya lagu tersebut. Perbedaan Rastafara pada saat itu dengan band reggae lainnya adalah karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik tradisional dengan gaya khas Indonesia kedalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae dunia seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti Kendang sunda atau Gamelan jawa juga ikut menambah warna musik Indonesia didalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik melayu atau bahkan musik khas daerah sumatera utara dan sumatera barat.

Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam bermusik, hingga akhirnya Tony Q memutuskan untuk membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Maka pada tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band additional player. Tetapi kemudian Tony Q memutuskan untuk bersolo karier dengan tetap membawa nama bandnya Tony Q Rastafara, yang berhasil merilis album pada tahun 2000 yaitu ”Damai Dengan Cinta”. Pada album ke tiganya ini lah Tony Q mulai menapaki puncak kariernya dalam musik reggae di Indonesia, karena album inilah seorang Professor di bidang musik dari Canada memberikannya referensi untuk mengirimkan demo untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika. Pihak penyelenggara Festival tersebut menyukai lagu-lagu yang ada di album tersebut dan kemudian mengundang Tony Q untuk tampil diacara tersebut pada tahun 2002, tapi sayang sekali Tony Q beserta rombongannya tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait dengan Tragedi WTC 11 September di Amerika yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony Q ke Amerika.

Pada tahun 2003 albumnya yang ke empat berjudul ”Kronologi” di rilis, lagu pada album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis. Kemudian pada tahun 2005 Tony Q kembali merilis albumnya yang terbaru bertitel ”Salam Damai” dengan membawa misi dan visi yang ingin disampaikan tentang perdamaian, dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur musik orchestra tetapi tidak lupa memasukan unsur tradisional bahkan pada album ini terdapat juga lagu-lagu dengan lirik bahasa sunda dan jawa yang semakin menambah kental unsur tradisional Indonesia dalam musik reggae.

Prestasi terbaru yang diraih oleh Tony Q di penghujung tahun 2005 adalah masuknya salah satu lagu dari album ketiganya ”Damai Dengan Cinta” yaitu ”Pat Gulipat” ke dalam Album kompilasi musik dunia Putumayo World Music dengan titel ”Reggae Playground” yang rencananya akan dirilis secara Internasional pada bulan Februari 2006. Sebagai satu-satunya wakil dari benua Asia hal ini juga tidak saja mengaharumkan nama Tony Q sendiri tetapi juga nama Indonesia di mata dunia dan khususnya Musik Reggae ala Indonesia juga dapat lebih dikenal secara Internasional.







Sumber Artikerl: http://www.tonyqrastafara.net/history.php

Sejarah Reggae Di Indonesia






Di Indonesia, beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik reggae antara lain Tony Q, Steven & Coconut Treez, Joni Agung (Bali), New Rastafara, dan Heru ’Shaggy Dog’ (Yogyakarta) dan masih banyak lagi bermunculan band-band baru. Sekitar tahun 1986, musik reggae mulai dikumandangkan di Indonesia. Band itu adalah Black Company, sebuah band dengan genre reggae. Kemudian beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band sebelumnya. Lantas ada pula Asian Force, Abresso dan Jamming. Keberadaan musik reggae di Indonesia terkesan terpinggirkan. Apalagi kesan yang diperoleh ketika seseorang melihat penampilan para musisi reggae yang terkesan urakan. Bahkan, ada idiom yang hingga kini membuatnya yaitu reggae identik dengan narkoba. Apakah reggae identik dengan narkoba? Inil salah penafsiran sahaja. Sebut saja nama Tony Q yang dengan tegas bahwa reggae-nya adalah menitikberatkan pada cinta damai. Bila ditilik dari sejarahnya memang demikian yaitu identik dengan ‘ital’ –Ganja—sebut saja lagu Petertosh Let Jah Be praised, Mystic man, Legalized it dll. Yang begitu mengagungkan ganja sebagai alat seorang rastaman bersatu dengan Jah atau tuhan mereka. Memang tidak bisa dipungkiri pandangan negatif tentang musik ini. Sebenarnya tidak demikian gerakan rastafari adalah sebuah gerakan besar yang terdiri banyak sekte bahkan tidak mengikat, artinya seseorang bebas menentukan jalan hidupnya tetapi tetap mengakui Rastafari Makonnen sebagai Messias baru. Bahkan di Jamaika seorang Rastafarian adalah seorang vegetarian tulen. Jika seorang Peter Tosh atau Bob Marley dengan lirik-liriknya yang berbau ganja hanya disebabkan mereka menemukan bahwa itulah suatu jalan menuju kedamaian batinnya saja, disamping makanan ital dan ganja adalah budaya Africa yang menurut mereka sebagai sesuatu yang harus dirangkul kembali. Dalam ajaran rasta tidak ada yang mengharuskan meng-ganja. Atau meng-gimbal, itu hanyalah pemikiran tentang perangkulan budaya Africa yang dianggap rendah oleh kulit putih, dan pengikut ajaran ini ingin membuktikan bahwa budaya ini tidaklah rendah. Coba anda resapi lirik dari salah satu lagu Tony Q Rastafara ini: “”Reggae nggak harus gimbal Gimbal gak selalu reggae Reggae nggak harus maganjo Reggae adalah musiknya pecinta damai Sapa sing ngomong reggae ora penak Wong penake kaya ngene…..” Maju terus Reggae Indonesia—Piss Damai di hati—Jah Bless All


http://www.tonyqrastafara.net/news.php?bid=15

Friday, April 16, 2010

Apa sih Reggae


Reggae sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang 'berkotbah'
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. "Reg-ay" bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang - lubang'
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

Klik disini untuk melihat sumber artikel: http://indoreggae.nicetopics.com/artikel-berita-tentang-reggae-f1/sejarah-musik-reggae-t26.htm